Tok..” bunyi pintu kamarku diketok dari luar.“Masuk!” teriakku tanpa menoleh ke arah sumber suara.Terdengar suara pintu yang dibuka dan kemudian ditutup lagi dengan keras sehingga membuatku akhirnya menoleh juga. Bokep STW terus kocok yang kencang..”Tanganku yang masih bebas kugerakkan kearah pahanya yang mulus. Lydia memejamkan matanya ketika menerima ciumanku. Tak sabar aku menunggu besok tiba, siapa tahu ternyata bisa mendapatkan lebih dari ini. aku keluar..”Tanpa bisa kutahan lagi semprotan lahar panasku yang kental segera menyembur keluar dan membasahi lehernya dan sebagian area dadanya. Kaget juga waktu kudapati ternyata yang masuk adalah Lydia.“Eh maaf, tutupnya terlalu keras” sambil tersenyum malu dia membuka percakapan.“Loh, kok belum tidur?” dengan heran aku memandangnya lagi.“Iya nih, nggak tau kenapa nggak bisa tidur”“Voni mana?” tanyaku lagi.“Dari tadi udah tidur kok”“Gue dengar dari dia katanya elo lagi buatin tugasnya yah?”“Iya nih, tapi belum selesai, sedikit lagi sih”“Emang ngetikin apaan sih?” sambil bertanya dia mendekatiku dan berdiri tepat disamping kursiku.Aku tak menjawabnya karena menyadari tubuhnya yang dekat sekali dengan













