“KALO BOLA YANG LAIN MAU.” pancingku me-reply pesannya. Bokep Barat Tetapi yang menjadi masalah adalah letak home theatre yang di pojok dekat taman persis bersebelahan dengan kamar tidur Mamaku. Intinya, dia minta maaf atas ‘happy ending’ yang kurang bagus tadi malam.Menurut pengakuannya dalam SMS yang berturut-turut, sebelum tubuhku dibawanya ke atas tempat tidur, dia sudah merasa khawatir kalau Mbak Dewi atau Mama mengetahui kejadian itu. Dasar lelaki, Mas Toto tidak mau melepaskan kesempatan itu begitu saja. Baru kali ini aku merasakan sentuhan-sentuhan seorang lelaki yang membuatku nikmat keenakan.Tidak seperti Joko pacarku, Mas Toto sangat sabar menelusuri seluruh bagian tubuhku. “Blom tidur Lita..?” tanyanya berbasa-basi. Kalaupun Mas Toto benar-benar terangsang ketika berada di kamarku, memang wajar. Pikiranku jauh menerawang. Padahal kami sama-sama berada di rumah. Aku memang tidak senang menonton bola. Kujawab tidak. “Seandainya Mas Toto menjadi milikku..,” gumanku dalam hati.Aku terus membayangkan bagaimana bahagianya Prisdewi, kakak sulungku, bersuamikan seorang Toto.




















