“Boleh,” sahutku sambil tersenyum,
“Asalkan sikapmu ceria lagi seperti dulu.”
“Iya Bunda…iya…” Prima mengangguk- angguk. Bokep Ojol Yang jelas, beberapa detik kemudian ia berusaha “membangunkanku”.“Bun…Bunda….” panggilnya setengah berbisik. Maka kututupi kemaluanku, lalu menghadap ke arah Prima yang telanjang juga,
“Bunda lagi telanjang, sayang.”
“Kan tadi juga Bunda telanjang ?!” sahut Prima sambil memegang kedua pangkal lenganku. Setiap aspek kuperiksa, tergolong laci-laci meja tulis serta lemari pakaiannya. Cucun bertugas mencuci pakaian serta menyetipsa. Biasanya suka ngajak ngobrol, ngomongin yang lucu-lucu serta sebagainya.Tapi kini kalian sangat berubah. Aku ingin tahu bagaimana reaksinya setelah ia melihat bagian belakang paha dan celana dalam putihku ini. Kenapa aku tidak mencari jawaban pada dirinya langsung, tanpa harus bertele-tele memikirkannya? Lalu aku ingat salah satu artikel psikologi, yang antara lain mengutarakan, bahwa tiap orang punya sikap berlainan untuk menanggapi sesuatu yang dianggap luar biasa bagi mereka.




















