Atau aku mungkin cacat atau terluka parah katanya sesenggukan.Dijatuhkannya kepala ke bahuku. Lalu bangun dan duduk bersandar juga sepertiku. Bokep Thailand bentak satunya lagi.Aku perhatikan lakilaki yang pertama membentakku. tanyanya. Aku singkap roknya untuk memudahkanku membersihkan luka di lututnya. Tapi aku siapkan kewaspadaanku dengan semua kemungkinan yang akan terjadi. Rapi tertata. Kita cari tempat beristirahat dulu ya. Kamu baik sekali ia tersenyum manis sambil berbaring. tibatiba kepalanya diangkat sambil menatapku.Dari kedua matanya aku lihat airmata masih mengalir. Setelah membayar, kami masuk ke dalam hotel dan mendaftar untuk menginap. Bosku bilang aku masih terikat hutang. Kamu gak capek? Lucu juga, batinku.Kukeluarkan telpon genggamku membaca lagi beberapa sms dari mereka setelah kami turun gunung dan bertukar nomor telpon. Pukul 11an malam. Aku lihat wajahnya. Makanan dan minuman di atas meja lalu handuk hotel. Kami berdua langsung berlari meninggalkan mereka bertiga yang masih terkapar kesakitan.




















