Entah berapa lama aku tertidur, aku terbangun karena badanku terasa ditindih sambil dipijat. Kita harus menunggu di lobby untuk menjemputnya lalu digandeng ke kamar.Setelah masalah harga dan cara pembayaran di sepakati, aku cabut duluan ke hotel. Bokep Tobrut Sayangnya mereka hanya bisa di “tenteng” antara jam 10 sampai jam 5 sore. Ketika aku terbangun Amei dan aku terbungkus dalam satu selimut. Kuturuti arahannya dan aku telentang, sementara Amei tergolek di sampingku. Aku yang baru saja merasakan kenikmatan, telentang pasrah.Amei kembali dari kamar mandi membawa handuk kecil yang telah dibasahi. “Lho kata mbak Ambar tadi, “Ini” ongkosnya tigaratus, kalau 4 kali berarti satu koma dua toh,” kataku.“Lho kalau dikasi sigitu, saya ya matur nuwun, tapi kalau dikasih lebih masak iya saya nolak mas,” kata Amei.Ah sialan, aku terjebak oleh pertanyaanku sendiri.




















