Mbak Ratih sudah terlena dengan permainan kami. Bokep Live Bahkan ibuku pun tampak menyayangi mbak Ratih. Kulihat kedua bola matanya naik keatas seolah merasakan sesuatu yang amat dahsyat.Rasa lelah bercampur nikmat membuat kami berdua masih terhanyut hingga kami masih saling berpelukan dan tertidur.“Mas Adam…bangun mas…” katanya membangunkanku.Aku mencoba membuka mata meski tubuhku masih terasa capek dan lemas.“Ayo bangun mas … Sudah sore …” katanya lagi.“Ha…” jawabku setengah kaget. Mbak Ratih beranjak dari duduknya kemudian berlutut dihadapanku, ia memeluk kedua kakiku dengan erat.“Mas, ijinkan saya tetap bekerja dengan mas Adam, saya berjanji akan bekerja dengan sungguh sungguh mas…” kata mbak Ratih memohon.Mbak Ratih merupalan tulang punggung keluarganya. Aku memalingkan tubuhku seketika, mbak Ratih berusaha meraih lenganku.“Maaf mas Adam, bukan maksduku membuat mas Adam kecewa, tapi mbak kan sudah bersuami dan mas Adam tau akan hal itu…” katanya.“Iya Adam tau kog mbak, tapi Adam benar benar sayang sama mbak Ratih dan ga peduli dengan suamimu mbak” ucapku.“Sekarang terserah mbak Ratih, mbak boleh pulang




















