Aku bingung dengan apa yang terjadi.Dua orang berpakaian jawa kuno masuk dengan membawa tombak.“Sebaiknya tuan Arya Sembrani berpakaian karena kami harus membawa tuan …”Siapa Arya Sembrani? Tangannya menahan tanganku supaya berhenti atau memelankannya. Bokeb monggo mas” keramahan khas jawa tengah.Konon kata peribahasa, lain ladang lain belalang lain lubuk lain ikannya. Sederhana sekali. Lilitan kainnya lebih mirip gambaran di wayang dan tanpa celana dalam.Kontol Sentot tidak sunat. Ini sepertinya polisi atau tentara jawa kuno.“Apa salahku?” ucapku dalam bahasa sepertinya bahasa jawa kuno. Kenapa aku dipanggil tuan? Tapi terlempar ke masa lalu membuatku sangat bergairah. Kan kita sama-sama punya kontol.”Sentot mendekat lagi. Kurang lebih berarti bahwa adat kebiasaan suatu tempat berlainan dengan lain tempat, oleh karena itu kita harus pandai menyesuaikannya. Akupun dapat info bahwa aku disebut-sebut sebagai Arya Sembrani, mata-mata yang paling dicari karena selalu membocorkan rahasia Majapahit. Dua lelaki masuk. Tangannya menahan tanganku supaya berhenti atau memelankannya.




















