Gadis itu begitu menikmati, ia tak ingin berhenti dan menginginkan lebih dan lebih.,,,,,,,,, Darah menetes dari luka di tangannya, sprei putih sudah ternoda dan mengeluarkan bau amis.“Bajingan!” maki Luzia, “BAJINGAN!” teriaknya lagi. Cairan itu begitu lengket, aroma vanila begitu menyengat. Bokep Family Katakan, katakan jika kau sangat menginginkanku.”Luzia berdesis, sentuhan itu benar-benar membuatnya gila. Tidak ada yang ingin ia sia-siakan malam ini, hadiah besar yang kini ada di depannya benar-benar menggoda.Luzia mendesah, ia merasakan bibir Rysh kini mengulum putingnya. Luzia masih menikmati permainan bibirnya dan Rysh, ia menukar ludah dan menggigit pelan bagian bawah bibir Rysh. Luzia merasakan kedua tangannya diangkat ke bagian atas, ia hanya bisa pasrah saat Rysh kembali memasung tangannya dengan rantai. Ia sangat marah sampai rasa sakit pada tangannya tidak terasa, “Bajingan, lepaskan aku!” tegas Luzia dengan suara parau.Rysh menepuk tangannya, lampu menyala dan membuat Luzia memejamkan matanya beberapa detik.











