Aku yakin sekali, orang tuanya sudah berhasil mendidiknya dengan ajaran agama. Baru satu orang yang beli.”
“Ya sudah. Bokep Crot Di dekat semak-semak, tak terlalu jauh dari tepi jalan, di tempat yang agak gelap. Di tengah keremangan, aku menyaksikan anak laki-laki itu bersama dengan gerombolan anak yang tadi. Dia menjajakan kantong-kantong plastik hitam itu ke setiap pengendara yang singgah karena lampu merah. Dia benar-benat ulet. Baru satu orang yang beli.”
“Ya sudah. Anak itu kembali menyodorkan jualannya, tapi kini cara berdirinya kurang stabil. Aku mematung di tempatku berdiri. Aku sudah terbiasa seperti ini. Kita ke sana!” Salah satu anak berambut keriting mengajak anak laki-laki itu ke suatu tempat. Sehabis menikmati dunia, anak-anak itu berpencar lagi, termasuk anak laki-laki yang kembali ke dekat tiang lampu merah. Meskipun hujan membuatku gigil, atau panas yang datang tak tanggung-tanggung.




















