Terus terang saya kasihan kepada mereka.“Ya sudah Mbak, kamu dan kedua anakmu itu malam ini boleh tidur dirumahku”“Tapi Tuan..”.“Sudahlah Mbak ini juga kan untuk menebus kesalahanku karena menabrak Monik”Dari informasi yang saya dapatkan didalam mobil selama perjalanan pulang, si Mbak ini ternyata di usir sama suaminya saat mengandung adiknya Monik, yang akhirnya saya ketahui namanya Nita. Bokeb (lugu sekali gadisku ini).. sudah Tuan.. agak amis Tuan..”.Saya memang termasuk laki-laki yang suka merawat tubuhku. Ya.. Monik pun jongkok diantara paha saya dan mulai memasukkan kontolku ke mulutnya yang mungil. nanti memeknya Monik bau lho.. Dan tidak lama kemudian “cuuuurr…cuuur….criit…criiit..” Banyak sekali cairan hangatnya membanjiri mulutku. Kata temen-temen sih, saya termasuk orang yang memiliki jiwa sosial yang tinggi.“Monik dan juga kamu Nita makan yang banyak ya..




















