Paha itu pun nampak semakin jelas. Bokep Colmek Bu Lia tertawa manja sambil mengusap-usap rambutku. Apakah dugaanku benar?”Aku terdiam sejenak sambil tersenyum untuk menyembunyikan jantungku yang berdebar-debar.“Bayu, apakah dugaanku benar?”“Iya, Mbak. Tunjukkan bahwa kamu memujanya. Kulepaskan klip tali sepatunya. Ujung hak sepatunya terasa agak menusuk. Mbak Lia masih tersenyum. Ada segaris kebasahan terselip di bagian tengah segitiga itu. Umurnya kutaksir sekitar 26 tahunan. Kuhisap seluruh kemaluannya. Setiap kali kami berada dalam perbincangan yang serius, Bu Lia sering kali tidak menyadari roknya agak tersingkap. Karena gemas, kukecup berulang kali. Sangat kontras dengan warna kulitnya.Aku terpana. Walau bagian bawah roknya lebar, tetapi aku bisa melihat pinggul yg samar-samar tercetak dari baliknya. Halus..“Baym kamu suka?” Aku mengangguk.“Tunjukkan bahwa kamu suka. Lalu aku menengadah. Telapak tangannya mengusap pipiku beberapa kali, lalu berpindah ke rambutku, serta sedikit menekan kepalaku agar menunduk ke arah kakinya.“Ingin tahu warnanya?”Aku mengangguk tak berdaya.“Kunci dulu pintu itu,” katanya sambil menunjuk pintu ruang kerjanya.




















