Kembali Lidya mencium bibirku. Sedangkan Lidya malah menggenggam dan meremas-remas, membuatku mendesis dan merintih dgn berbagai macam perasaan berkecamuk menjadi satu. Bokep India Aku anak laki laki satu-satuya. Aku memang paling suka kalo dipuji.Oh, ya.., Nanti malam kamu datang..”, ujar Tante Amanda sebelum pergi. “Ada apa, Lin?” tanyaku polos.“Ohh..”, Lidya mengeluhh panjang sembari menggelimpangkan badannya ke samping. “Lidya ulang tahun. Seakan-akan dia tak percaya dgn apa yg ada di depan matanya. “Iya.”
“Memangnya ada apa?” tanyaku lagi. Sementara Tante Amanda pergi membawa Bobby, aku dan Lidya duduk di bangku taman dekat patung Pangeran Diponegoro yg menunggang kuda dgn gagah.Tak banyak yg kami obrolkan, karena Tante Amanda sudah kembali lagi dan memberikan Bobby padaku sembari terus-menerus memuji. “Cinta..?” aku mendesis tak mengerti.Entah kenapa Lidya tersenyum.




















