Dan entah apalagi perasaan yang berkumpul jadi satu. Bokep Mom Kini posisi ku di pintu rumah sambil ngobrol dengan mba irma yang duduk di tembok pembatas petakan rumah yang tingginya selutut.. Aku terus bekerja. Aku sendiri gak pergi kemana-mana. Dia telah memiliki anak berusia 7 tahun yang sedang duduk di kelas 1 SD. Aku sendiri memanggilnya mba irma, mungkin karena sama-sama dari jawa jadi aku memanggil mba.. Dan entah apalagi perasaan yang berkumpul jadi satu. Mba irma tidak keluar dari ruang depan rumahku. Luar biasa. Sebagai pendatang baru di perantaau wajar toh aku numpang bersama kakak, apalagi kakaku berstatus belum kawin. “liat-liat keluar barangkali ada orang”
Setelah mengatakan itu, mba irma lebih nekat. “loh kok malah ketawa, katanya mau ngintip hehehe…..”
“aduh kalah deh mba,” kataku tak mau melanjutkan obrolan soal intip mengintip tadi. Semua aman terkendali tidak ada yang tahu. Berangkat dari kampung dengan cita-cita memperbaiki nasib di tengah kota metropolitan yang katanya kejam .




















