Aku tidak ingat lagi siapa di antara kami yang memulai ciuman itu, dia atau aku, tapi aku tidak peduli. Dan belum selesai keterkejutanku, ia menarik tubuhku masuk ke balik selimutnya sambil berkata dengan memelas,“Temani aku tidur, aku takut … Jangan jauh-jauh di sana! Bokep Mom “Benar nih, sampai pagi mau temani aku?” tagihnya.Aku bingung juga dengan spontanitasku yang kusesali dapat membuatku menjadi satpam semalaman ini, tetapi melihat diri Mbak Ina dalam pakaiannya sekarang membuatku bersemangat, bila perlu seminggu lagi menemani dia sekamar.“Ok Mbak, aku siap mengawal Mbak, tak usah takut ada vampire,” jawabku menyombong.Mbak Ina berbaring di ranjangnya yang berukuran king size, sedangkan aku duduk di kursi yang ada di dekat TV sambil mencari channel yang menyuguhkan film. Gus, sayang … ah, terus Gus, oohh… teruskan dong Gus, ja… jangan berhenti!”
Aku mengambil napas memandangi wajahnya sambil jari-jariku mengusap pundaknya dan bermain ke belakang punggungnya melepas kaitan BH-nya. “Jangan panggil Ibu terus dong, kita kan sedang tidak di kantor.




















