“Ngapain lagi sih Pak, jangan kelewatan dong !” katanya dengan judes begitu nongol di depan pintu. Sherin sendiri mulai terhanyut oleh gaya Pak Udin yang khas itu. Bokep Family Tuhan diatas sana pasti telah menghapus semua ibadah puasa mereka yang telah dijalankan selama sebulan dan hampir mencapai tahap akhir itu.Pak Irfan menarik lepas celana dalam Sherin yang bagian tengahnya sudah basah. Sentuhan tangan keriput itu pada payudaranya mulai menimbulkan sensasi aneh, darahnya bergolak dan nafasnya mulai tidak teratur. Sherin terlalu seksi baginya sehingga dia menggenjotnya terlalu bernafsu di saat-saat terakhir sehingga tenaganya banyak terkuras.Sherin buru-buru memunguti pakaiannya dan keluar dari ruangan itu setelah terlebih dahulu mematikan cd-player. Benar saja, tak lama kemudian dia merasakan adanya siraman hangat di dalam vaginanya. Pak Udin mulai menggenjoti vagina nona majikannya itu dengan kecepatan makin meningkat tapi tidak sebrutal Imron atau sopirnya dulu karena faktor usia. Kedua pria itu melenguh sambil merem-merem menikmati ‘adik’nya dilayani oleh gadis itu. Keluarga Pak Udin di kampung menerima santunan




















