Aku suntuk nih.” Katanya menghembuskan asap putih dari mulutnya. Kami berdua pindah ke bangku tengah Kijangku. Bokep Mama Hangat. Sampai pagi?”. Kami pun setelah itu menuju kostku, kembali memadu cinta. Hangat. Macam-macam saja ulah mereka, maklumlah sudah saat kampanye terakhir buat partai-partai di Jakarta ini. “Mas Joe…, aahh…, mmhhaahh…, Aahh…” Dia kelojotan. Apakah pemimpin partai itu menghargai kenekadan mereka? “Ohk!.., aduh Mas Joe, cuma bisa masuk seperempat…”
“Ya udah Mikha, udah deh jangan dipaksaain, nanti kamu tersedak.”
Kutarik tubuhnya, dan kurebahkan ia di seat Kijangku. “Iya”. Aku parkirkan mobil Kijangku di pinggir pantai Ancol. Entah apa yang dikejar mereka, para simpatisan itu. Aku pun sudah semakin asyik mencumbu dan menjilati puting buah dadanya, lalu ke perutnya, pusarnya, sambil tanganku membuka mini skirtnya. Hahaha.”
Dia ikut tertawa. “sshh…, sshh…”
Lidahnya terkadang keluar sedikit membasahi bibirnya yang sensual. Lalu kami pun menuju mobilku. “Ngapain”
“Lihat laut, ngedengerin ombak, ngapain aja deh. “Kamu selingkuh juga.” Jawabku asal-asalan. Tiba-tiba Mikha mencium pipiku.




















