Ku usap airmata tulus Anisa. Kembali kami berpelukan, berciuman, hingga tanpa sadar aku memegang payudaranya Anisa yang montok itu, dia diam saja, bahkan seperti meningkat nafsu birahinya. Film Porno Saking lelahnya, rombongan mulai berkelompok dua-dua. Jika aku tak salah, hampir tiga jam lamanya hujan turun, dan hampir tiga jam kami berpelukan menahan dingin.Setelah hujan reda, kami membuka ransel masing-masing. Lalu aku pulang.Hari-hari berikutnya di sekolah, hubunganku dengan Anisa guru biologiku, nampak wajar-wajar saja dari luar. Kami saling ganti posisi, Anisa meminta aku dibawah, dia diatas. Kami pulang dengan mengambil jalan ke desa terdekat dan pergi ke kota terdekat agar tidak bertemu dengan rombongan yang terpisah itu. Sekejap saja hari menjadi gelap gulita, dengan tiupan angin kencang yang dingin. Otomatis aku peluk erat-erat dan semakin erat.Aneh bin ajaib, Anisa tampak sudah berkurang merasakan kedinginan malam itu, seperti aku juga. Tak sedikitpun waktu yang kami sia-siakan. Kami bergumul dan bergumul lagi.




















