“Tolong berdiri agar saya bisa melihat kamu”
Ternyata ia juga menyadari kalau saya ada di ruangan yang sama dengannya. Selang beberapa waktu, wah! Bokep Tobrut e.. itu.. Lama aku menatapnya sampai coach meniup peluit dua kali tanda pemanasan kedua diamulai, membuat konsentrasiku buyar saja.Kehadiran pria itu membuatku jadi salah tingkah, terkadang pukulanku melambung, serve-ku juga malah jadi sering menabrak net. “Mm.. Kok bisa-bisanya kena bola?” Tanyanya iseng. Sayapun menarik nafas dalam-dalam dan mencari secercah keberanian untuk mengatakan yang sebenarnya, saat aku masuk dan pura-pura memeriksa lokerku juga, ia menoleh ke arahku sehingga kami saling bertemu pandang, sekali lagi nyaliku ciut karena wajahnya yang tampan itu. Saya keturunan etnis oriental tapi bercampur dengan orang bugis, jadinya bagaimana? ah.. tapi.. hhm..” Keringatku bercucuran tanda panik, lagipula tempat ini begitu sempit sehingga phobiaku kambuh, kalau begini terus aku bisa pingsan. Tidak, sebenarnya.. Penis di balik CDnya begitu besar, kenyal dan sudah begitu tegangnya. Aku tidak akan mendapatkan cintaku kalau aku tidak mendapatkan keberanian, kesempatan, dan




















