“Em, ya biasalah, tadi kebelet.”Belinda tersenyum.“Kebelet coli ya Om…”Kata-kata barusan membuatku merasa malu sekali. Hangat, empuk, dan pentilnya terasa keras di antara jariku.“Oke, foto.”Kupencet tombol remote dengan tangan kiri. Bokep Barat Dia sekarang mengenakan atasan tank-top tipis putih (sehingga payudaranya terlihat membayang) dan rok mini hitam tipis berenda.Mukanya memerah waktu dia sadar aku memandanginya, tapi tak lama kemudian tanpa malu-malu dia kembali berpose. Pacarnya mahasiswa universitas lain.“Ummm… oke. Papa kan biasa motret, bisa nggak Papa motret dia?”Aku menoleh dari koran yang sedang kubaca. Melihat mukaku yang kaget, Belinda terlihat kecewa. Luas dan kelihatan cukup mewah.“Mau minum dulu, Om?” Belinda menawarkan.“Oh, gak usah repot-repot,” kujawab basa-basinya.Ketika itu Belinda mengenakan gaun santai merah bermotif kembang, tanpa lengan dan panjangnya mencapai di atas lutut, dan kedua kakinya dibungkus stoking. Kubidikkan kamera ke arah Belinda yang sedang menyisir rambutnya di balkon. Seolah-olah aku telah gagal menjaga sesuatu.




















