Dadaku begetar ketika menutup HP. Bokep Sebelah tangannya terus mengelus-elus klitorisku. Ujungnya menyentuh-nyentuh pangkal lubang vaginaku yang teramat dalam. Saling memeluk, saling mengecup dan saling membelai. Ramuan itu disedu dengan air panas. Demikian juga handuk yang melilit tubuh Dodi sudah terbuang entah kemana. Kita harus merelakannya untuk dibuang,” kataku.Aku ingat seorang teman lima tahun lalu menggugurkan kandunganya dengan ramuan tradisional. Usia Dodi, separuh dari usiaku.Aku tak mengerti, semangat hidup Dodi semakin meninggi dan dia kerja selalu saja lembur. Cepat aku keluar. Dia juga baru usai mandi. Dodi menindihku dari samping dan mulai menjilati tubuhku. Menarik sedikit dan menusuknya. Kami maju bersama. Aku terbaring di tempat tidur. Usai makan, kami langsung mencuci mulut dan menyabun tangan kami di kamar mandi.“Ma, aku sudah gak tahan,” katanya merengek, persis rengekan anak SD.Aku tersenyum. Kali ini Dodi tak mau tidur di kamarnya. Dodi pun seperti kehilangan semangat untuk melakukan apa saja.




















