Ditengah gelombang birahi ini, tiba-tiba saja kami dikejutkan oleh sodoran senter beserta gedoran pada jendela belakangku. Bokeb Kemudian yang agak gemuk dan berkumis membisikkan sesuatu pada temannya, entah apa yang dibisikkan lalu keduanya mulai cengengesan melihat kearahku. Dengan langkah gontai aku menuju wastafel unutk membasuh wajahku, lalu kuambil sisir dari tasku untuk membetulkan rambutku yang sudah kusut. Reaksiku ini membuat mereka semakin bergairah. Mereka menuduh kami melakukan perbuatan mesum di area kampus dan harus dilaporkan. Mataku terpendam sambil mendesah nikmat saat jarinya menyentuh klistorisku. Genjotannya semakin membawaku ke puncak birahi hingga aku pun tak dapat menahan erangan panjang yang bersamaan dengan mengejangnya tubuhku.Tak sampai lima menit dia pun mulai menyusul, penisnya yang terasa makin besar dan berdenyut-denyut menggesekkan makin cepat pada vaginaku yang sudah licin oleh cairan orgasme.“Ooohh… oohh… di dalam yah non… sudah mau nih” bujuknya dengan terus mendesah “Ahh… iyah… di dalam aja… ahh” jawabku terengah-engah di tengah sisa orgasme panjang barusan.Akhirnya diiringi erangan nikmat dia hentikan genjotannya




















