Kulihat dia sudah duduk di pembaringan. Dan sekali lagi aku terpesona memandang wajahnya dari jarak begitu dekat. Bokep japan Dia tidak menjawab, matanya terpejam. Aku tak mau terperosok kedalam kerangkeng yang sama sekali tidak aku kehendaki. Seperti sebelumnya kududukkan dia di mobil lalu kulumat mulutnya. Kami tidak berbicara apapun sampai aku menghentikan mobil di mulut gang menuju rumahnya. Bibirnya yang merekah indah seakan mengundang aku untuk mencicipinya. Masih jauh mobilku dari gerbang, aku sudah melihat dia berdiri di sana. Dia bisa kesakitan sekali kalau aku tidak menyiapkannya lebih dulu. Tiga menit pizza yang sudah panas dan segar lagi kukeluarkan dengan mengalas tanganku ke piring dengan serbet kertas dan kusodorkan padanya. Dan dia turun.Esoknya pulang dari kantor kulihat Ermita menunggu di depan gerbang rumahku dengan sebuah bungkusan. Entah mengapa setelah berhasil mendapatkan kegadisannya aku jadi sinis dan jijik. Aku sudah harus ke Carrefour lagi. Dia masuk dan aku memperhatikan bentuk tubuhnya.




















