Ayo cepat ia hampir selesai membersihkan belakang paha. Ini kesempatan kedua. Bokep China Aku duduk di tepi dipan. Pintu salon kubuka.“Selamat siang Mas,” kata seorang penjaga salon, “Potong, creambath, facial atau massage (pijit)..?”“Massage, boleh.” ujarku sekenanya.Aku dibimbing ke sebuah ruangan. Lalu dikocok-kocok sebentar. Aku masih penasaran, ia seperti tanpa ekspresi. Tapi sebelum berlalu masih sempat melihatku sekilas.Betulkan, ia tidak akan datang begitu saja. Ia membersihkan punggungku dengan handuk hangat. Aku menyesal mengutuk ibu ketika pergi. Bahannya tipis, tapi baunya harum. Tapi sebelum berlalu masih sempat melihatku sekilas.Betulkan, ia tidak akan datang begitu saja. Wanita muda itu mengikuti di belakang. Sampai ia selesai mengelap bagian belakang pahaku dan berdiri. Sial. Kring..! Pijitan turun ke perut. Si Junior tiba-tiba juga ikut-ikutan ciut. Lho, salon kan tempat umum. Aku masih mematung. “Ini..,” kutunjuk pangkal pahaku.“Besok saja Sayang..!” ujarnya.Ia hanya mengelus tanpa tenaga. Ya nggak apa-apa,” katanya menjawab telepon.“Siapa Mbak..?” kataku sambil menancapkan Junior amblas seluruhnya.“Si Nina, yang tadi.




















