Melihat keadaannya itu, aku segera mengambilkan air minum, timbul niatku untuk tidak membuang-buang lagi kesempatan itu, kurogoh kantongku, wah ternyata tidak ada, ya…, aku memang mencari serbuk perangsang untuk dimasukkan ke minumannya nanti. Hanya tinggal aku dan Dian. Bokep SMA “Pak Ivan, Bapak nggak perlu pakai ini kok, karena saya siap jika Bapak menghendaki saya melayani Bapak malam ini juga”, jawabnya dengan suara mesra dan kerlingan mata genitnya.Nah ini dia yang kutunggu! crot! Beberapa menit kemudian, aku merasa sudah tidak tahan lagi. crot! Segera saja aku menuju WC di ruang atas. Sambil dia maju-mundur, penisku seperti diremas-remas, dikocok-kocok, dipelintir-pelintir. Beberapa menit kemudian, aku merasa sudah tidak tahan lagi. “Sama-sama, udah dikunci semua kelasnya, Dian?”. “Bapak mencari ini ya…”, tiba-tiba terdengar suaranya sayu sambil menunjukkan kantong kecil putih di tangannya. Beberapa menit kemudian, aku berpapasan dengan Dian di lorong antara WC dan ruang kursus, hingga tanpa sengaja aku bertubrukan dengannya. “Pak, saya boleh nunggu dulu di sini, ya?”, tanyanya dengan suara serak-serak




















