Umurnya 23 tahun. Saat itu entah bercanda atau tidak Andi menjawab, “Gua lebih baik kehilangan seorang temen daripada kehilangan Vivi…”Part 2: Kala cinta mulai bersemiMalamnya sekitar jam 9, saya langsung menelepon Vivi. Bokep Jilbab/Hijab “Mana… mana…?” tanya Al. Wah, gimana nich biar bisa ketemu lagi, saya memutar otak saya.“Viii… bisa minta nomor telepon loe…” seru saya sambil berlari ke arah Vivi. Cewek yang sangat manis, dengan sepasang matanya begitu bulat dan jernih. “Yang duduk di meja sebelah… aduh… cakepnya… saya jatuh cinta pada pandangan pertama nih…” kata Andi.Saya cuma diam dan sedang melanjutkan tatapan saya. “Wah… nantang ya…” pikir saya selanjutnya. Dia tersenyum manis dan menyebut nomor HP tertentu. Tiba di lantai 5, saya mempercepat langkah kaki saya untuk menyusul gadis tersebut. Saya dipindahkan dari cabang Grogol ke kantor pusat sejak bulan February 2000. Asalnya dari Palembang, dan di Palembang ibunya tinggal bersama dengan seorang kakak perempuannya.Habis itu hampir setiap hari saya selalu menelepon Vivi dan menanyakan kondisi dia, dsbnya.




















