Namun, tiba-tiba keberanianku hilang. Bokep Hot Si Junior tiba-tiba juga ikut-ikutan ciut. Ya, seseorang toh dapat saja lupa pada sesuatu, juga pada sapu tangan. Ia terus mengelap pahaku. Tamat.,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, Begini saja daripada repot-repot. Kuusap sisa cream. Lalu menyentuh Junior dengan sisi luar jari tangannya. Ah sialan. Mobil bergerak pelan, aku masih melihat ke arahnya, untuk memastikan ke mana arah wanita yang berkeringat di lehernya itu. Menantang dengan mata genit sambil mendekati pintu salon. Mobil melaju. Anggap saja tiap-tiap baju sama dengan jumlah kancing bajuku: Tujuh. Keberuntungankah? Seperti kulihat ketika ia baru naik tadi, setelah mengejar angkot ini sekadar untuk dapat secuil tempat duduk.“Terima kasih,” ujarnya ringan.Aku sebetulnya ingin ada sesuatu yang bisa diomongkan lagi, sehingga tidak perlu curi-curi pandang melirik lehernya, dadanya yang terbuka cukup lebar sehingga terlihat garis bukitnya.“Saya juga tidak suka angin kencang-kencang. Aku masih termangu. Bayar arisan. Kalau saja, tidak keburu wanita yang menjaga telepon datang, ia sudah melumat Si Junior. Badannya berbalik lalu melangkah. Ia cukup lama




















