Kikuk, kuraih tangan kanannya dengan jemariku. Vidio Porno Jemarinya lalu mengelus batang kemaluanku. “Kamu begitu kikuk. Tepat sebelum aku terlelap, kubisikkan sebuah pertanyaan padanya. Kutekan tubuhku ke tubuhnya, hingga separuh tubuh kami bertindihan di atas sofa. Lonjakan-lonjakan jantungku membuat mataku terpejam. Aku mundur selangkah, berusaha menghindarinya daripada melakukan hal yang tak pernah kusukai saat menyaksikan film-film blue atau mendengar cerita teman-temanku- bahkan membayangkan melakukannya saja selama ini membuatku ingin muntah. Sambil tersenyum lega, kuanggukkan kepalaku. Fantasi tentang hari yang begitu luar biasa, saat aku kehilangan keperjakaanku di tangannya. Waktu membawa keheningan. Kami berpagutan, sesekali saling menggigit. “Tunggu,” ia berbisik, menjauhkan dirinya dariku. Terus terang saja, aku benar-benar jengkel. Jangan berhenti. Mau memaafkanku?” Ia menatap mataku lama. Kutatap matanya. Kurasa gerakan sofa saat ia duduk di sebelah kananku. Gerakan tubuhnya yang menempel di tubuhku, aroma wewangian dari kulitnya.




















