Angkot melaju. Bokep Ojol Hah… Suara itu lagi. Yes.., akhirnya. Keberuntungankah? Lalu ngomong apa? Jam berapa aku berangkat. Sebenarnya aku belum pernah bicara di angkot dengan seorang wanita, apalagi separuh baya lagi. Aku harus, harus, harus..! Dia berjalan menuju ruang telepon di sebelah. Bagiku itu sudah jauh lebih nikmat daripada bercerita. ”
Dia berdiri. “ Yang.., cepat-cepat berkemas. Sambil menjawab telepon di kursi dia menunggingkan pantatnya. Apakah suaraku mengganggu ketenangan mereka ?,
“ Pelan-pelan suaranya kan bisa Dek, ” sang supir menggerutu sambil memberikan kembaldian. Angkot melaju. Kejantananku tiba-tiba juga ikut-ikutan ciut. Dipijat seperti ini lebih nikmat diam meresapi remasan, sentuhan kulitnya. Jagain sebentar ya..! Kesempatan tidak akan datang dua kali. Dia mengambil tissue itu, sambil mendengar kabar gembira dari wanita yang menunggu telepon. ”
Dia menyerahkan nomor telepon di atas kertas putih yang disobek sekenanya. Aku menanti dengan debaran jantung yang membuncah-buncah.




















