“Kerja apa, Nyonya..?” tanyaku langsung semangat. Bokep Mama Aku melangkah menghampiri. Bahkan tiga orang pembantu wanita, menempati satu kamar. Karena rencananya memang mau kabur, aku tidak perlu lagi berpamitan. “Mobilnya mogok, Nyonya..?”, tegurku dengan sikap ramah. Jangankan hanya ijazah SMP, lulusan sarjana saja masih banyak yang menganggur. Cepat pergi, nanti Nyonya keburu tahu..”, kata Bi Minah sambil menepuk pundakku. Dan pada saat yang hampir bersamaan, sekujur tubuhku juga menegang Dan bibirku keluar suara rintihan kecil. Tidurpun di mana saja. Padahal sudah hampir sebulan suaminya pergi Dan kini pulang juga hanya semalam saja. Aku langsung mencegat taksi yang kebetulan lewat, dan meminta untuk membawaku ke sebuah hotel.Untuk pertama kali, malam itu aku bisa tidur nyenyak di dalam kamar sebuah hotel. Tapi Nyonya Wulandari selalu memberiku obat perangsang, kalau aku sudah mulai tidak mampu lagi melayani keinginannya yang selalu berkobar-kobar itu.




















