Aku tak sadarkan diri.Aku terbangun di ruangan itu lagi. Bokep Montok Saat membayangkannya entah kenapa aku jadi horni. Tiga orang dari mereka kemudian masing-masing memegang selang. Sesaat kemudian pisau itu ditempelkannya di leherku. Aku takut kalau dia akan membunuhku saat ini juga. Oh Tuhan, apa sih yang aku pikirkan!?****Malamnya aku terbangun, aku diajak pak Jun kembali ke ruangan penjagalan. Ada perasaan takut yang membuat dadaku terus berdebar kencang. “Kulit kamu putih, mulus dan bening banget Mita… saya kuliti ya besok? “Sayangnya itu bukan pilihan, kamu tetap akan berakhir jadi makanan… hahaha… tapi kamu bisa memilih untuk pasrah rela dibunuh atau dengan paksaan… hahaha” ucapnya sambil melepaskan lakban di mulutku.Dia kemudian ingin beranjak pergi.“Kenapa??” tanyaku lirih.“Hmm??”“Kenapa aku?” tanyaku lagi. Cukup lama tanggannya berada di leherku seperti mencekik, aku pikir aku akan dibunuhnya dengan cara dicekik, tapi ternyata dia tidak benar-benar mencekikku. Aku benar-benar akan dibunuh dan akan dijadikan makanan mereka. Aku senyum-senyum. Tampak darah mengucur deras dari leher wanita itu. Aku horni




















