Dia rupanya juga tertidur di sampingku. Makin lama dia makin semangat. Bokep Asia Pak Mertino bersemangat menceritakan bahwa tempat itu banyak ibu-ibu yang lumayan, dan harganya tidak terlalu mahal. “ Jadi mas, yang hari ini sama yang besok, pasti beda,” kata si Mbak.Aku bingung memilih kriteria dari semua yang disebutkan si mbak. “ Gimana mas ada yang cocok,” tanyanya.Terus terang aku bingung juga harus memilih yang mana. Ada sekitar 30 perempuan di situ, tetapi setiap harinya paling banyak hanya 10 orang. Seandainya aku pilih secara acak, aku kira ok-ok saja.“Mas pesen ini dulu, yang lainnya nanti bisa diteruskan,” kata si perempuan mbak-mbak yang kutaksir berumur 35 tahun. Warung makan itu agak unik, karena ruang untuk makannya berada di dalam rumah, seperti ruang makan rumah biasa, hanya saja meja makannya ada sekitar 3 dengan kursi-kursi.Dengan gaya percaya diri aku langsung membelok dan duduk di salah satu meja.




















