Saat keluar dari bank tersebut, jam telah menunjukkan pukul 14.00 siang, sehingga aku mengajak Andi mampir ke sebuah restoran fast food untuk makan siang. Novi masih tampak terkulai lemas. Bokep Mom “Iih Mas.. Lisa juga pengen dong..”. “Oke deh bos..” jawabnya sambil terus melotot melihat pemandangan di bangku belakang mobilku. Nikmat yang kurasakan membuatku merasa tak akan tahan terlalu lama lagi. Andi berkata sedikit kesal ketika membuka pintu rumahnya. “Jilati putingnya Mas..” pintanya. Punya cowok Novi nggak sebesar ini.” jawabnya. Biar lu traktir gue kayak tadi lagi..” kata Andi ketika aku turunkan di depan rumahnya. Ahh..” erang Novi seirama dengan goyangan badannya di atas tubuhku. Yes..” desahku saat Lisa memasukkan penisku ke dalam mulutnya. Erangannya semakin menjadi dan tangannya menjambak rambutku ketika kuturuti permintaannya dengan senang hati. “Gantian dong Nov” bisikku ketika aku sudah puas menikmati payudaranya yang ranum. Bentar ya nanti gantian..” kataku pada Andi yang melotot melihat dari kaca spion. Saat kepalanya maju mundur, payudaranya pun bergoyang-goyang menggoda.




















