Terbelalak warno melihat pemandangan yang nampak di dalam, saat itu Nani sedang mengeringkan badannya dengan daster tipis sebagai pengganti handuk. Nafas warno tidak menentu, seluruh tenaganya terkuran diakhir permainan tadi.Keduanya nampak terkulai lemas, setelah menikmati permainan mereka, Nani nampak terdiam sementara warno tidak tau apa yang harus ia ucapkan. Bokep Arab Memang mereka tidak mengenal adanya transfer uang lewat bank.”Baik nanti aku sampaikan To… wis kamu ndak usah bingung, semoga nggak ada apa-apa” ucap Yanto.”Terima kasih To..hati-hati ya.” warno berucap sambil permisi kepada sahabatnya yang telah berkenan menerim titipan uang darinya untuk bude yang sedang sakit dikampung.Kembali terbayang wajah bude Sakem, wajah yang teduh dan rela mengurus dan menganggapnya sebagai anak, wajah yang penuh kedamaian. Adalah warno seorang pria lajang asli banyumas yang berprofesi sebagai seorang penarik gerobak sayur disebuah pasar tradisional dibilangan jakarta selatan. Memang seputar petakan Nani pada jam-jam seperti ini terasa lebih sepi, karena sebagian besar anak-anak sedang bergelut dengan kegiatan sekolah, sementara orang tua mereka yang kebanyakan




















