Aku langsung menghampirinya dan kubantu dia untuk berdiri.“Kamu mau mandi Yun, ayo aku antar”, kataku. Bokeb Dia hanya terpejam, selanjutnya lidahku mulai kupermainkan di dalam mulutnya, dia membalas dengan menghisap lidahku.Aku melepaskan ciumanku, kuraih sabun yang masih di pegangnya. Kudekati dia dan kubelai rambutnya,“Maaf Yun, aku lepas kontrol, sungguh aku tidak menduga kamu begitu terpukul dengan apa yang sudah aku lakukan.Kamu boleh memaki aku, kamu boleh memukul aku, tapi aku mohon kamu jangan menagis, aku sayang kamu, aku akan bertanggung jawab jika kamu menginginkannya, apa saja yang kamu inginkan aku akan penuhi, tapi tolong kamu mau maafin aku” Tak terasa air mataku juga telah mengalir saat aku mengucapkan kalimat itu. “Stop kontaknya mana Yun?”, tanyaku. “Oh.. Kemudian Yuni duduk di sampingku sambil tersenyum dan tangan kirinya mengusap batang kemaluanku yang telah berdiri tegak. Terlihat Yuni Shara sedang bercinta dengan seseorang, melihat adegan tersebut matanya yang agak sipit dan bening terus melotot sambil menelan ludah, aku hanya tersenyum menyaksikan ekspresi wajahnya




















