Dia menjulurkan tangan kanannya sambil tersenyum,
“gue Arry, baru sekarang bisa resmi kenalan, elo siapa?”.Kubalas juluran tangannya sambil menyebutkan namaku. Lirikan iri terlihat di wajahku. Sex Bokep Biarpun dia di depan dan aku duduk di belakang tapi aku merasa kalo dia pun bisa melihatku dengan jelas. Dengan sedikit berjanji bahwa akan selalu kontak dan akan segera bertemu lagi, kami berpisah malam itu. Tidakk, dalam hati aku tidak ingin menjauhi pemuda itu. Kami saling membutuhkan dan saling melengkapi. Aku pulang dengan membawa janji dan harapan kecil.Hari pertama tahun 2001, dingin dan sepi. Aku ingin tampil sederhana dan seadanya. Biarpun dia di depan dan aku duduk di belakang tapi aku merasa kalo dia pun bisa melihatku dengan jelas. Hingga suatu saat dia meminta lebih dariku.Sore itu aku mampir ke tempat tinggalnya. Kami saling membutuhkan dan saling melengkapi. Mama ikut senang melihat aku ikut kegiatan mereka. Aku terhempas di kehidupanku yang lalu, tetesan air mata semakin beralasan. Lirikan iri terlihat di wajahku. Tiba-tiba dia diam




















