Aku langsung ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhku. Aku memang belum selesai, aku belum puas. Bokep Mom “Aaaahhh… hhsssss… eggghh…” dan meledaklah orgasmeku, entah untuk yang keberapa kalinya, aku tak mampu lagi mengingatnya. Lalu dipandangnya wajahku dalam-dalam. “Iya, mas. “Kok he-em doang? “He-em.” aku hanya mengguman pelan sambil menganggukkan kepala. Siraman air dingin di bibir kelaminku membuat birahiku yang belum turun sepenuhnya meninggi lagi. Aku makin tidak mengerti apa mau Andi, namun cumbuannya yang tak berhenti membuatku tak sanggup berpikir lagi. “Ayo jawab, sayang. Walaupun aku jarang berbicara dengannya, tetapi aku selalu menurut apa yang ia perintahkan. Perlahan kusentuh sendiri kelaminku. Kamu udah gak tahan ya pengen dientot sekarang?” goda Andi tepat sasaran. Aku ketagihan genjotan kelaminnya pada tubuhku. Namun anehnya, aku merasa senang karena sperma yang tersimpan selama seminggu itu tumpah dalam liang kemaluanku. “Ayo, sayang, gak usah malu sama aku. Oh, rasanya nikmat sekali, dan perasaan geli ini semakin menjadi-jadi ketika goyangan tubuhku di atas tubuhnya makin kupercepat.




















