Tapi aku tidak pergi melihatnya. Well, ternyata aku pun sedang mengalami pemerkosaan darinya. Bokep Thailand jangan… berhenti”, serunya sambil menggelinjang hebat. nanti ngebanguninnya susah”, katanya polos.Di kala otakku sudah kesetanan, tiba-tiba…“Jangan berisik atau pisau ini akan merobek lehermu”, ancamku seraya menempelkan pisau lipat yang biasa kubawa. Sesekali kupandangi wajahnya di sela nafasku yang ngos-ngosan. Tentu saja aku semakin beringas. Kujilati dengan perlahan, mengitari seluruh permukaannya.“Shhh… ton… tonhh.. Aku sudah tidak peduli.“Hei… Nin… bisa diam nggak? Hal itu kusadari dari pembicaraan sebelumnya. Merupakan pemandangan langka kalau Surabaya dicurahi hujan, karena lebih sering kota ini berada dalam kondisi kering. Sepanjang perjalanan wajahnya pucat dan sesekali memandangiku, seolah minta dikasihani.“Jangan mencoba membuat gerakan macam-macam… atau kamu kulempar ke jalan… mengerti?” ancamku lagi sambil berganti posisi.Aku mengambil alih kemudi. Dia hanya bisa menggigit bibir dan mencengkeram tanganku. Dia juga seolah mengerti arti tatapanku itu.




















