Kurangkul dia dan kubiarkan air mataku membasahi bahunya.PenutupJay menyukai Chie. Bokep Thailand Dan aku masih sering menghubunginya. Jarang mungkin kita melihat seorang gadis indo dengan kulit putih, hidung mancung dan rambut kemerahan duduk menghabiskan waktu bersama teman-temannya di warung sate di pinggir jalan, dengan celana jeans sobek di lutut dan tangan yang melambai-lambai ke segala arah, setiap kata-kata riang keluar dari bibirnya. Saat itu aku sedang melakukan pendekatan dengan Chie. “Chie, sudahlah.”
“Ray, Papa udah nggak ada.”
Kuusap belakang kepalanya, menekan tengkuknya, berusaha melegakannya. Ah. Aku mulai berkeliling kota mengumpulkan foto copy makalah dan paper yang dibutuhkan. Aku merasa bingung, terlalu banyak rahasia yang masih tidak kupahami selama dua bulan ini. “Ray tahu.”
Chie menangis dalam pelukanku, membuatku sejenak mengingat ayahku sendiri yang selalu berkutat dalam pertempurannya dengan idealisme yang kumiliki. Aku sendiri juga heran, kenapa setelah saat itu Chie tidak mengandung anakku. Inilah kita.”
Aku tak mau menoleh.




















