Toh masih ada hari esok.Aq bergegas naik angkot yg melintas. Ia tdk lagi dingin dan ketus. Bokep Langkahku semangat lagi. Pijitan turun ke perut. Aq memegang teteknya. Kaki disandarkan di dinding. Masih menutupi diri dengan tabloid. Ayo. Ia sudah membereskan peralatan pijat. Baru saja aq memasang ikat pinggang, Iin menghampiriku sambil berkata,Telepon aq ya..!Ia menyerahkan nomor telepon di atas kertas putih yg disobek sekenanya. suara itu mengagetkanku. Oh ya. Sopir menepikan kendaraan persis di depan sebuah salon. Si Penis tibatiba juga ikutikutan ciut. Saya bisa masuk angin kata perempuan setenga baya di depanku pelan.Aq tersentak. Ada sekatsekat, tdk tertutup sepenuhnya. Sengaja kuperlihatkan agar ia dapat melihatnya. Aq tertipu. Lalu ia kembali memijat pangkal pahaku. Mobil bergerak pelan, aq masih melihat ke arahnya, untuk memastikan ke mana arah wanita yg berkeringat di lehernya itu. Jangan cuma ditunjuk dong, dipegang boleh.




















