Kemudian Bu Via minta tolong padaku.“Rud, slot lemari pakaian di kamarku rusak, bisa minta tolong diperbaiki?”, begitu katanya malam itu.Kemudian aku dibawa naik ke lantai dua, ke kamarnya. Apalagi ketika tanganku tak kubiarkan menganggur. Bokeb Bu Via hanya tersenyum melihatku “terkesan” menyaksikan tumpukan lingerie-nya. Tangannya yang lembut mengelus pelan lonjoran itu. Aku tersenyum ketika melihat sebagian isi lemari pakaiannya.Lingerie-nya didominasi warna hitam. Bu Via hanya tersenyum melihatku “terkesan” menyaksikan tumpukan lingerie-nya. Apalagi dalam banyak hal selera kami sama, misalnya soal selera musik. Tapi aku tidak ingin langsung menuju ke sasaran. Bodinya langsing, meskipun tidak terlalu tinggi. Kulakukan itu berganti-ganti dari buah dada satu ke buah dadanya yang lain.Setelah puas aku turun bukit dan kususuri setiap jengkal kulit wanginya. Lalu tangannya pelan-pelan membuka satu persatu kancing kemejaku. Ia mendesah terpatah-patah. Cara Bu Via membuatku melayang rupanya mempengaruhiku untuk tenang, sabar dan pelan-pelan juga membawanya naik ke awang-awang.




















