Tapi aku diam merengut saja.“Kamu beruntung memiliki payudara yang indah seperti ini”, kata Adolf sambil mencolek belahan payudaraku. Bokeb Rumahnya sih cukup mentereng. Akan kuukur tubuhmu, apakah memenuhi syarat”, kata Adolf sambil mengambil meteran untuk menjahit. Mungkin mereka kagum melihat kecantikan wajahku dan kemolekan tubuhku. Batinku. Ia malah menyuruhku menanggalkan busana yang masih tersisa di tubuhku. Aku baru saja bangun tidur. “Coba kamu lihat-lihat contoh-contoh foto ini. Aku menjadi risih pada pandangan matanya. Lalu aku dipotret lagi dengan pose-pose yang sensual. Tapi semua itu tidak ada hasilnya. Aku bertanya-tanya apa arti dari semua ini.“Nah, sekarang coba kamu lihat, Hanny. Tapi aku diam merengut saja.“Kamu beruntung memiliki payudara yang indah seperti ini”, kata Adolf sambil mencolek belahan payudaraku. Ternyata yang di belakangku sudah bukan Susan lagi, melainkan Adolf yang sekarang tengah mempermainkan payudaraku dengan seenaknya!




















