Tante Yeni menyandarkan kepalanya ke dadaku. Bokep Tante Dan aku memilih untuk memujinya dengan setulus hatiku. Perlahan aku memberanikan diri menyentuh wajah Tante Yeni. Darahku berdesir. Aku mencoba mengangkat wajahnya lagi. Kamu tidak – keberatan kan aku memelukmu?” akhirnya Tante Yeni berbicara. Perlahan aku menyusupkan tanganku ke balik pakaiannya. Entah mengapa, berbeda dengan menghadapi Lucy, Ria dan Ita, aku merasa aneh berdiri di depan seorang wanita mungil yang usianya di atasku. Aku mulai melakukan tugasku. Aku tiba-tiba merasa begitu menghormati wanita di hadapanku ini. Aku salah kirim. Tak lama kemudian Tante Yeni membalas SMS salah sasaran itu. Apalagi Tante Yeni sudah 2 bulan lebih tidak mendapatkan nafkah batin. Dia memelukku sangat erat. Aku bersorak. Hehe). Cengkeraman tangannya di punggungku kurasa telah melukai punggungku. Srr.. Kami memang sedang berolahraga, olahraga paling nikmat sedunia.




















