betapa terkejutnya aku.“Anda.. Bokep Indo Dan akhirnya aku berhasil juga mendudukkannya di atas penisku. “Ivan.. tinggalkan aja dia di dekat kamar mandi..”
“Beres bos..” jawab Parto sambil cengengesan.Setelah Parto pergi, kulirik jam tanganku. Wah.. Sekilas kulihat wajah mayat itu. Kusingkapkan paha putih mulusnya lebar-lebar. Letaknya di pojok ruangan itu. masih hidup..?” teriakku tiba-tiba. “Sanggup nggak, Van.. Kuelus dan kuraba pahanya. Bulu kudukku langsung merinding jadinya. Dengan pelan kuremas-remas buah dadanya yang membusung itu. bless.. “Clop.. hmm..” pikirku cepat. tolong.., ada hantu..”Parto yang entah dari mana munculnya, menahan lariku di lorong rumah sakit yang gelap itu. itu tadi Ibu Nancy, Kepala Lab Forency rumah sakit kita.. Setelah semuanya selesai, aku pindahkan mayat itu ke lemari penyimpanan sambil berharap mudah-mudahan besok malam aku bisa ‘memakai’-nya lagi untuk memuaskan birahiku.




















