Tidak sampai setengah jam kami sudah merasa betul-betul sebagai suatu keluarga yang akrab. Istriku akhirnya tahu kalau maksudku yang utama hanyalah ingin ‘berkenalan’ dengannya. Bokep Mama Kini dia mulai menimpali walau agak malu-malu. Aku dan istriku memberi keyakinan untuk tidak menyesali apa yang pernah terjadi. “Sekarang gantian Rin, kamu yang maen aku yang ngambil photonya”, kata istriku. Aku sudah menganggap ia sebagai istriku saja. Dalam setiap antrian mobil yang cukup panjang terlihat ada gadis-gadis penjaja minuman berenergi. Kuraih kamera yang masih di tangan kanannya kemudian kuberikan kepada istriku. “Nih kamu pakai kimono satunya”, kata istriku sambil memberikan baju inventaris hotel. Gelinjangnya semakin terasa bergerak mengiringi desahannya yang terasa merdu sekali. “Eeehhh…” erangku juga. Kini ia mulai mengikuti iramaku dengan menggerak-gerakkan pinggulnya. Istriku hanya memperhatikan, tidak ada komentar. Sejenak aku menoleh ke bawah, tampak pahanya cukup menawan.














