Kamipun berjanji untuk melakukan pesta seks lagi dalam waktu dekat.Dalam perjalanan pulang, Santi tampak kesal. Tak perlu dikomando lagi langsung kuterkam buah dadanya yang kenyal itu. Bokeb Enak saja kamu bicara ya. He..Setelah kesal karena terjebak macet, sampai jugalah aku di rumah Santi. Tak beberapa lama kudengar erangan Pak Harry. Dengan perabot-perabot yang mahal, juga koleksi lukisan-lukisan pelukis terkenal yang tergantung di dinding. Buah dadanya besar dan padat menjulang, dengan puting yang kecil berwarna merah muda. Buah dadanya tampak semakin padat dibalik bajunya. Nikmat sekali meminum orange juice itu setelah lelah terjebak macet tadi.Dahagakupun langsung hilang, tetapi setelah melihat Santi yang cantik, dahagaku yang lainpun muncul. Tampak Santi mengocok kemaluan Pak Harry dengan cepat, dan tak lama terdengar erangan nikmat Pak Harry saat dia mencapai orgasmenya. Dia diam saja di dalam mobil. Diturunkannya tangan dari pinggangnya dan beranjak ke arahku.“Sedang sibuk ya?” godaku.“Iya nih sedang kasih pelajaran ik punya pembantu” jawabnya sambil tersenyum manis.“Yuk kita kembali” lanjutnya.Kamipun kembali ke ruang




















