Aku kan sudah bapak anggap anak Pak“ kataku memelas, namu Pak doni sudah duduk di atas kepalaku sambil memegang tanganku,“cup…cup….” tangannya yang kasar, mengahapus air mataku yang mulai membasahi pipiku, “tenang Bapak pasti melepaskanmu sayang, tapi nanti ya,”Perlahan tangan Pak Budi mulai mengelus-elus pahaku,“kaki mu putih sekali sayang, Bapak suka,”Aku hanya dapat memejamkan mata, menikmati sentuhan-sentuhan Pak Budi yang sudah kuanggap sebagai keluargaku sendiri, aku benar-benar kecewa dengan apa yang dilakukan mereka terhadapku, kurang baik apa kami terhadap mereka sehingga tega berbuat senista ini.“ha..ha…. Tubuhku pun tak mampu lagi menolaknya, darahku berdesir, putingku mengeras, aku mulai terangsang lagi.“Pak cukup, jangan di teruskan…oohhkk yyeaahh!“ aku merintih saat tangannya menyusup ke dalam kaosku, sekali-kali putingku ditarik rasanya sangat nikmat sekali,“Ayo Non buka celananya jangan malu-malu, katanya sambil menjilati daun telingaku.Ia membuka ikat pinggangku dan menurunkan resleting celanaku. Bokep Colmek aaHhkkkK…mas, enak mas terus enak banget mas, Oohhkk…. OOhhh!!” aku tidak tahan lagi dengan orgasme yang segera akan tiba, kemaluanku berdenyut-denyut dan nafasku juga




















