Biarkan saja. Felica tersenyum. Vidio Sex Makin bergairah. “Tinggal dengan siapa?” tanyaku ketika kami masuk ke rumahnya. Lagu Jazz yang sangat sederhana. “Aman, Boy. Berat dan basah. Mungkin sekalian kencan dengan pacarnya.”
Felicia masuk kamarnya untuk mengganti baju. Dengan usil jariku meraba anusnya, kemudian memasukkan jariku. Sambil terus mencuri-curi ciuman dan rabaan, kami saling menggosok tubuh kami. Posisi dudukku tepat di depan band tersebut. Dengan santai dia tersenyum. Kami kemudian bercumbu lagi. Tubuh Felicia kuangkat dan kududukkan di bak air. Sampai kemudian telingaku menangkap perubahan cara bermain dari sang keyboardist. Kau dimana, Felicia?”
“Hi Boy. saya persilakan. “Ajarin dong..” kataku. Oh ya, kamu suka jazz juga ya?”
“Hampir semua musik aku suka. Aku memalingkan mukaku. Aku yang tidak yakin. Senyumnya manis dan matanya berbinar indah. Boy..?”
Bahasa tubuh Felicia menunjukkan bahwa dia ingin tahu dimana aku duduk.




















