Tapi tidak…aku selalu diajarkan untuk menghargai kehidupan, bagaimanapun yang sedang tumbuh di rahimku ini adalah makhluk tak berdosa, ia hanya korban kekhilafanku, aku tidak akan mengambil langkah itu.Setelah berpikir panjang, aku memutuskan untuk cuti panjang dan kembali ke kotaku. Semenjak kejadian malam itu, kami sempat terlibat ML beberapa kali lagi, apalagi saat aku sedang sendirian. Bokep Jepang Papa menyemprotku habis-habisan setelah mendengar ceritaku, tubuhnya bergetar menahan amarah, mama membelaku dan terus menghiburku. Kubuka lebih lebar kedua belah pahaku sehingga dengan mudah ia menciumi dan sesekali menjilatnya karena paha itu persis setinggi kepalanya. Kedua tanganku mencengkeram pegangan tangan di kedua sisi mobil. Tangan kiri Pak Hendro meraih payudara Eva dan mulai meremas dan memilin-milin puting susunya. Satpam itu mulai menciumi leherku, kurasakan lidahnya bermain liar di sana, jenggotnya yang macho itu membelai-belai kulit leherku, belum lagi saat lidahnya mulai bermain di telingaku.“Emmh…jangan Pak!” tak kusadari aku mengerang akibat kenikmatan yang mulai kuterima.Mendengar eranganku, lidahnya semakin menggelitik lubang telinga kananku.




















