Felly menampakkan wajahnya di jendela belakang. Bokep Tobrut Menunduk lesu. “Rick, aku harus pergi sekarang,” ia diam sejenak, “Nanti sore kau boleh telepon aku.”
“Thanks Fell,” aku berdiri mendekat, kukecup keningnya dan kutinggalkan ia. Felly menampakkan wajahnya di jendela belakang. Aku merutuki diriku sendiri. Hampir setengah lusin dengan perbandingan yang tak jelas antara pria dan wanitanya.Felly akhirnya turun dari mobil dan berjalan ke arahku. Lima menit aku terbengong-bengong sendiri. Mobil itu penuh dengan manusia. Tidak juga. Kami keluar di jalan Sunda terus menuju Thamrin. Felly menampakkan wajahnya di jendela belakang. Aku merutuki diriku sendiri. Benar-benar aku ingin menghindar darinya. Sejenak aku linglung. Kulihat Oghe begitu menikmati tugasnya sebagai bartender. Yang aku tidak habis pikir, besok bila Felly menelponku, aku akan memberinya sejuta alasan masuk akal tentang kemangkiranku dan dia akan memaafkan.




















