Kukunci pintu kamar mandi, dan kuguyur kepalaku dengan segayung air dingin.Dalam hati aku rasanya ingin berteriak sekuat tenaga. Mbak nila.. Bokep India Sakit.” Tolakku.Namun percuma saja, karena apabila mbak nila sudah memberi komando, tak ada apapun yang bisa menghalanginya.Dan benar saja, tak lama mbak nila masuk kembali kekamarku membawa minyak pijat berwarna bening diatas mangkok kecil beserta botol botolnya.“Mana sini punggungnya, cepetan duduk.”“Ah nggamau ah mbak, aku gasuka bau minyak angin.”“Ini minyak zaitun kok, bukan minyak angin. Akupun terpaksa bertumpu dengan kedua tanganku di belakang badanku, mengimbangi goyangan mbak nila yang asyik menunggangi diriku.“Uufffhh.. Paling hanya sekedar cuci piring saja.Namun sore itu itu aku melihat sesosok wanita berambut panjang yang tengah asik menggoreng sesuatu didepan kompor. Paling hanya sekedar cuci piring saja.Namun sore itu itu aku melihat sesosok wanita berambut panjang yang tengah asik menggoreng sesuatu didepan kompor. Mbak nila mengakhiri kalimatnya dengan mencium bibirku dalam-dalam, menghirup semua ludah dari dalam mulutku.




















